Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) merupakan salah satu agenda tahunan dari Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kompetisi tesebut dimaksudkan untuk mendorong terciptanya Wirausahawan yang kreatif dan inovatif di era Revolusi Industri 4.0. Kegiatan KIBM tahun 2020 diselenggarakan secara Dalam Jaringan (Daring) dikarenakan pandemi Covid-19 sedang melanda Indonesia. Meskipun dilakukan secara daring, namun hal tersebut tidak menyurutkan tekat dan semangat mahasiswa untuk mengikuti kompetisi tersebut. Alhamdulillah, pada tahun 2020 terdapat satu tim KIBM dari Program Studi Pendidikan Matematika yang lolos pendanaan pada kompetisi ini.
Tim KIBM perwakilan dari Program Studi Pendidikan Matematika UMS tersebut adalah tim Worthwhile Enthusiasm. Tim yang digawangi oleh Anggit Rosianaldy, Asifa Nur Anida dan Atria Desti ini berfokus pada bisnis clothing yang memiliki kampanye yang terbilang unik. Kampanye yang mereka usung diberi nama Kampanye GAKPAPA, akronim dari Gerakan Pengurangan Penggunaan Plastik. Pemilihan kampenye ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan melihat Indonesia menjadi juara kedua negara penghasil sampah plastik terbanyak di dunia. Selain itu, besarnya dampak yang diakibatkan dari sampah plastik bagi kehidupan makhluk hidup juga menjadi cikal bakal digaungkannya kampanye ini. Kampanye GAKPAPA tersebut direalisasikan dengan penggunaan packaging berbahan kardus dalam setiap penjualan produk. Hal ini tentu menjadi poin plus bagi bisnis ini, mengingat belum banyak bisnis clothing di Indonesia yang tanggap akan isu lingkungan terkhusus isu sampah plastik.

Selain mengikuti program KIBM 2020, Tim Worthwhile Enthusiasm juga mengikuti program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2020. KMI Expo 2020 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 4-5 Desember 2020. KMI Expo 2020 mengangkat tema Connecting Opportunities dengan maksud menghubungkan dan memberikan wadah bagi peserta dan khalayak dari seluruh Indonesia untuk saling berjejaring agar dapat mengembangkan peluang menjadi wirausahawan yang berkesinambungan. Universitas Podomoro Jakarta ditunjuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini. Dikarenakan dilaksanakan secara daring, platform utama yang digunakan untuk mendukung ekspo ini adalah platform acara virtual Hopin.

Meskipun belum bisa mendapatkan predikat juara dari kedua kompetisi tersebut, namun Tim Worthwhile Enthusiasm berkomitmen untuk terus mengkampanyekan Gerakan Pengurangan Penggunaan Plastik serta terus bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Selain itu, dilihat dari konsep bisnis ini bisa menunjukkan bahwa sebenarnya kita bisa mengurangi penggunaan plastik sedini mungkin dan menggantinya dengan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan. Harapan kedepannya semoga Worthwhile Enthusiasm bisa berkembang pesat dan tentunya lebih banyak bisnis dari sektor apapun yang lebih peduli akan isu lingkungan, seperti jargon yang dimiliki Tim Worthwhile Enthusiasm yakni bumi ini akan lebih indah jika berkurangnya konflik, berkurangnya orang yang sirik serta berkurangnya penggunaan plastik. (Anggit Rosianaldy)

