(Surakarta, 25-26 Agustus 2021) Bidang Kesejahteraan Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan kegiatan HMP Mengajar yang ditujukan kepada siswa SMP atau SMA. Kegiatan ini merupakan program kerja inti dari Bidang Kesejahteraan Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan disetiap periode. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika khususnya anggota HMP untuk mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya.

Kegiatan HMP Mengajar periode ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 8 Kalijambe, Sragen dengan mengusung tema “Berbagi Ilmu dan Tingkatkan Motivasi Belajar Bersama Mathside Charity di Era New Normal”. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis, 25-26 Agustus 2021, kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat terutama kepada siswa SMA yang menitik beratkan pada pengaplikasian ilmu yang telah dimiliki. SMA Muhammadiyah 8 Kalijambe dipilih karena sekolah ini memiliki siswa dengan beraneka latar belakang yang memiliki semangat untuk menuntut ilmu meski terhalang oleh kurangnya fasilitas pendidikan yang ada serta kebiasaan dan pola pembelajaran yang berubah dimasa new normal. Pembelajaran dimasa new normal menyebabkan siswa SMA Muhammadiyah 8 Kalijambe harus bisa menyesuaikan pola pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Pembelajaran dirasa sulit untuk dilakukan karena keterbatasan sarana prasarana masing-masing siswa menjadikan pihak sekolah terus merubah kebijakan belajar untuk mempermudah siswa, namun perubahan ini masih belum efektif dalam memberikan kepahaman terutama dalam pembelajaran matematika.

Langkah awal untuk persiapan kegiatan yaitu dilakukan observasi, analisis lingkungan sekolah untuk membuat suatu rumusan kegiatan yang juga mencakup kegiatan pembelajaran, sasaran kegiatan, indentifikasi masalah, dan penyusunan proposal. Tahapan selanjutnya adalah penentuan dan pelatihan tim pengajar dan asisten pengajar sebagai langkah awal kegiatan pembelajaran. Kegiatan pelajaran disusun mulai dari merancang materi yang akan diberikan beserta media yang digunakan, interaksi seperti apa yang diharapkan, dan tak lupa latihan soal sebagai tolak ukur untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
Setelah rancangan pembelajaran selesai dibuat, pengajar dan asisten pengajar akan mengaplikasikan rancangan pembelajaran yang telah selesai dibuat yaitu dengan menyampaikan materi yang telah ditentukan di setiap kelas. Pembelajaran matematika menggunakan media GOCLAZIZ merupakan salah satu metode pembelajaran online yang memanfaatkan media pembelajaran Google Classroom dan Quiziz yang dirancang dan laksanakan di SMA Muhammadiyah 8 Kalijambe, Sragen. Google Classroom sesungguhnya dirancang untuk mempermudah interaksi guru dan siswa dalam dunia maya (Bander & Waller, 2014: 37). Sedangkan Quiziz adalah aplikasi pendidikan berbasis game yang membawa aktivitas multi pemain ke ruang kelas dan menjadikan pembelajaran dalam kelas lebih menyenangkan dan lebih interaktif (Purba, 2019).

Langkah selanjutnya adalah penyampaian materi secara dua arah antara pengajar dan siswa, kemudian pengenalan media belajar yang bisa diakses online dan menyenangkan seperti Google Classroom dan Quiziz, pengajar dan asisten pengajar akan memberikan latihan soal yang dibentuk dalam suatu kompetisi antar kelas yaitu lomba cerdas cermat. Pembelajaran secara dua arah di Era New Normal ini sangatlah efektif untuk membantu siswa dalam memahami materi terlebih materi matematika yang harus didapatkan lansung oleh siswa baik berupa penjelasan secara langsung. Selain itu, dengan dimulainya pembelajaran tatap muka ini dapat membantu siswa lain yang sangat terbatas akan sarana dan jaringan untuk mengakses pembelajaran secara online. Kegiatan HMP Mengajar 2021 berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana, hal ini terbukti dari respon dari siswa yang baik dan dukungan positif dari pihak sekolah untuk mengadakan HMP Mengajar Kembali di SMA Muhammadiyah 8 Kalijambe.
Tahapan yang terakhir yaitu tahap evaluasi, dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menerima pembelajaran yang telah disampaikan dan mengetahui apakah siswa senang selama pembelajaran. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan dapat memperbaiki segala kekurangan dalam proses pembelajaran agar lebih baik di masa mendatang.
