Gebrakan Baru! MathEdu UMS Gandeng Pemateri Brunei, Siap Ubah Cara Guru Menguji Siswa

Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan rangkaian program Visiting Lecturer internasional bertajuk “Mathematics Learning Assessment”. Kegiatan akademik berskala global ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dalam empat sesi pertemuan terstruktur yang berlangsung pada tanggal 27 April, 4 Mei, 11 Mei, dan 18 Mei 2026. Melalui program strategis ini, program studi berharap dapat memperluas wawasan global mahasiswa dan memperkuat kompetensi civitas akademika dalam merancang evaluasi pembelajaran matematika berbasis masa depan.

Program Visiting Lecturer kali ini menghadirkan kolaborasi para pakar dan akademisi internasional terkemuka dari University of Brunei Darussalam. Rangkaian perkuliahan ini dipandu secara bergantian oleh para ahli di bidangnya, dimulai pada sesi perdana tanggal 27 April yang diisi oleh Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill. Selanjutnya, pada pertemuan tanggal 4 Mei, perkuliahan menghadirkan kolaborasi antara Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill bersama Dr. Nor Azura Abdullah. Sementara itu, pada sesi ketiga tanggal 11 Mei, pemaparan materi disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill bersama Nur Adlina binti Haji Ya’akub. Kehadiran para narasumber ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa MathEdu UMS guna mendalami tren evaluasi global.

Selama rangkaian sesi, para narasumber mengupas tuntas mengenai urgensi Technology-Enhanced Evaluation in Mathematics guna mentransformasi proses evaluasi menjadi instrumen pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Peserta diajak mendalami implementasi tiga pilar evaluasi modern, yaitu Assessment for LearningAssessment of Learning, dan Assessment as Learning. Para pakar tersebut menekankan bahwa meskipun teknologi digital mampu memetakan miskonsepsi dan partisipasi siswa secara real-time, peran teknologi mutlak tetap menjadi alat pendukung yang tidak boleh menggantikan esensi dari pengajaran dan pedagogi yang baik.

Salah satu daya tarik utama dalam rangkaian perkuliahan ini muncul pada pertemuan ketiga, di mana dibahas penerapan praktis pendekatan Digital Quiz-based Gamification melalui inovasi permainan “Maths Millionaire”. Konsep ini menggabungkan tantangan bertahap, papan peringkat (leaderboard), dan sistem bantuan (lifelines) yang terbukti mampu mendongkrak motivasi dan menaikkan rata-rata hasil belajar matematika siswa hingga 10%. Tidak hanya memaparkan kesuksesan, perkuliahan internasional ini juga membuka ruang diskusi kritis mengenai solusi atas tantangan lapangan, seperti fenomena pembelajaran pasif (passive learning), gangguan fokus siswa (off-task behaviour), hingga kendala teknis keterbatasan perangkat (ICT problems).

Melalui pelaksanaan Visiting Lecturer ini, mahasiswa Pendidikan Matematika UMS diharapkan memperoleh perspektif internasional yang lebih komprehensif mengenai tren evaluasi matematika di tingkat global. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya khazanah teoretis peserta, tetapi juga menjadi pemantik bagi riset-riset lanjutan yang inovatif, salah satunya penelitian berjalan (current research) yang berfokus pada pengaruh gamifikasi terhadap kemampuan manipulasi aljabar siswa. Rangkaian perkuliahan internasional ini menjadi langkah nyata MathEdu UMS dalam membangun iklim akademik yang kompetitif, inovatif, dan berorientasi global demi mencetak pendidik matematika masa depan yang adaptif terhadap laju teknologi. (Milani Putri/Asisten Laboratorium)