Sragen, 30 Agustus 2025 – Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema bertema “Penerapan Pembelajaran STEAM-Project Based Learning untuk Pembelajaran Matematika dan IPA Sekolah Dasar yang Menyenangkan” diselenggarakan di SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara ini menghadirkan guru-guru dari SD Muhammadiyah Sragen, SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon, serta Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Taraman dengan tujuan menciptakan pembelajaran Matematika dan IPA Sekolah Dasar yang menyenangkan.
Kegiatan terbagi menjadi tiga sesi utama. Pada sesi pertama, Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi tentang STEAM. Dalam sesi ini, sejumlah guru mengungkapkan bahwa mata pelajaran Matematika dan IPA masih dianggap sulit untuk diajarkan kepada siswa, khususnya matematika. Menanggapi hal tersebut, Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. “Jangan menambah trauma kepada siswa terkait matematika, beri kesan menyenangkan. Dengan STEAM, siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan karena siswa diberikan visualisasi yang nyata,” ungkap Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd..

Sesi kedua disampaikan oleh Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd. dengan materi Project Based Learning. Pada kesempatan ini, guru-guru menyampaikan adanya tiga tantangan utama dalam pembelajaran, yaitu keterbatasan media, kurangnya keaktifan siswa, serta minimnya kreativitas guru. Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa kreativitas adalah kunci dalam mengatasi keterbatasan. “Guru dituntut kreatif dalam keterbatasan. Guru adalah dalang dalam pembelajaran,” jelas Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd..

Selanjutnya sesi ketiga, yaitu praktik langsung penerapan STEAM Project Based Learning dengan membuat mobil karet bertenaga dari botol bekas. Aktivitas ini memberikan pengalaman nyata bagi guru dalam mengintegrasikan Matematika dan IPA melalui kegiatan berbasis proyek. Pada sesi ini guru diberikan kesempatan dalam menganalisis komponen atau unsur STEAM dan mempresentasikan hasil pembuatan mobil karet tersebut.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan guru setelah mengikuti pelatihan. Salah satu guru SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon menyampaikan, “Perasaan saya setelah mengikuti pelatihan STEAM Project Based Learning pembelajaran matematika dan IPA adalah seru, excited, menyenangkan. Terutama karena penyampaian dari Ibu Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd. dan Ibu Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd. menyenangkan, seru, dan mudah dipahami. Kami juga membuat mobil bertenaga pegas, meskipun kelompok kami masih kesulitan membuatnya untuk dapat berjalan. Namun, hal tersebut justru menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, apalagi jika nanti diterapkan kepada siswa.”
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan, dan bermakna, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia khususnya di Sragen. (Nabilah Annisa’/Asisten Laboratorium)

