Pendidikan Matematika UMS Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Kokurikuler Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta

10 Desember 2025, Program Studi Pendidikan Matematika UMS menjadi tuan rumah kegiatan kokurikuler yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 9 sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengenalan lingkungan perguruan tinggi sejak dini, terutama di MathEdu UMS. Melalui program ini, sekolah berharap siswa memperoleh gambaran lebih luas mengenai dunia pendidikan tinggi, khususnya terkait peluang studi lanjutan dan bidang keilmuan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Selama kunjungan, siswa diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang dimiliki MathEdu UMS, termasuk Laboratorium Alat Peraga Matematika, Bengkel Alat Peraga, Inovasi Media Berbasis IT di Laboratorium Komputasi. Pada sesi ini, siswa tidak hanya mengamati alat peraga yang biasa digunakan dalam pembelajaran matematika, tetapi juga melihat langsung proses pembuatan alat peraga di bengkel. Selain itu, siswa juga menyaksikan penggunaan 3D Printer, serta diperkenalkan pada pengaplikasian GeoGebra dalam pengembangan media pembelajaran digital, mulai dari visualisasi konsep matematika hingga pembuatan simulasi interaktif berbasis teknologi.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada siswa mengenai bagaimana matematika dapat diajarkan secara kreatif dan aplikatif melalui berbagai media. Dengan demikian, siswa memperoleh gambaran nyata bahwa pembelajaran matematika tidak terbatas pada teori di kelas, tetapi juga berkaitan dengan kreativitas, teknologi, dan kemampuan berpikir kritis.

Melalui kunjungan ini, siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 1 Surakarta diharapkan memiliki pandangan yang lebih jelas mengenai kehidupan kampus, prospek pendidikan tinggi, serta potensi Program Studi Pendidikan Matematika sebagai pilihan studi di masa depan. Kegiatan kokurikuler ini tidak hanya menambah wawasan akademik siswa, tetapi juga memotivasi mereka untuk merancang cita-cita, memahami minatnya, dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam membangun orientasi masa depan siswa berbasis pengalaman langsung di lingkungan universitas. (Milani Putri/Asisten Laboratorium)