Klaten, 10 Januari 2026 – Kegiatan Workshop Pembelajaran Guru Mata Pelajaran Matematika Berbasis TIK diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara MGMP, MKKS SMK Muhammadiyah Sekabupaten Klaten dengan Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Workshop ini menghadirkan tim dosen Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama guru-guru matematika SMK Muhammadiyah Sekabupaten Klaten.

Kegiatan pelatihan menghadirkan tiga pemateri dengan latar belakang dan fokus materi yang saling melengkapi. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga sesi utama. Pada sesi pertama, Ihsan Dwi Setyono, S.Pd, M.Pd menyampaikan materi pemanfaatan AI dalam pembelajaran matematika. Dalam sesi ini, guru diajarkan membuat quiz yang terhubung dengan google script agar hasil terarsip secara sistematis dalam database, guru tidak perlu melakukan pengarsipan manual.
Sesi kedua disampaikan oleh Naufal Ishartono, Ph.D. dengan materi interaktif video pembelajaran. Pada kesempatan ini, guru-guru diperkenalkan platform Lumi yang dipadukan dengan pendekatan flipped learning. Melalui pendekatan ini, materi pembelajaran diberikan kepada siswa sebelum pembelajaran di kelas, sehingga waktu tatap muka dapat memanfaatkan secara maksimal untuk diskusi, pemecahan masalah, serta pengerjaan proyek.

Selanjutnya sesi ketiga, pemaparan materi oleh Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc, Ph.D. mengenai STEM-Deep Learning dalam pembelajaran matematika. Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan pentingnya deep learning, STEM, dan STEM-deep learning dalam pembelajaran. Peserta juga diminta merancang satu aktivitas kecil dalam pembelajaran matematika yang berbasis STEM-deep learning.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Hal ini terlihat dari keaktifan dan partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Di akhir sesi ditutup dengan pengisian survei tanggapan peserta terhadap pelaksanaan workshop. Hasil survei menunjukkan 100% peserta menghendaki kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi masih ada tindak lanjut kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pendidik dalam merancang pembelajaran yang inovatif, berkesadaran, bermakna dan menyenangkan. (Nabilah Annisa’/Asisten Laboratorium)

