Surakarta, 2 Januari 2026 – Siapa bilang matematika itu membosankan? Pada Jumat (2/1) siang, atmosfer di Ruang C21A hingga C22 FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendadak berubah menjadi galeri inovasi. Bukan sedang ada pameran seni, melainkan para mahasiswa Pendidikan Matematika yang sedang “berduel” kreativitas dalam Presentasi dan Ujian Proyek Alat Peraga Manipulatif.

Setiap kelompok ditugaskan untuk mempresentasikan hasil karya alat peraga yang telah dikembangkan selama satu semester. Penilaian mencakup kreativitas desain, ketepatan konsep matematika, kualitas fungsi alat, serta keterampilan presentasi dan kemampuan menjawab pertanyaan penguji. Para penguji dari dosen Mata Kuliah Alat Peraga Matematika
Dalam pelaksanaannya, ujian berlangsung secara interaktif di mana kelompok mahasiswa tidak hanya menunjukkan alat peraga yang dibuat, tetapi juga memaparkan latar belakang konsep, metode kerja, serta potensi penggunaan alat dalam proses pembelajaran di kelas. Beberapa karya menunjukkan inovasi yang menarik, seperti mode geometri (geoseru), permainan bilangan interaktif (math market), dan media pembelajaran mean,median,dan modus (meanalistik).

Melalui ujian proyek ini, Pendidikan Matematika UMS membuktikan bahwa menjadi guru matematika di masa depan haruslah kreatif. Guru tidak lagi hanya berdiri di depan papan tulis, tetapi menjadi fasilitator yang mampu menyediakan media pembelajaran yang menyenangkan.Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini berjalan dengan tertib dan penuh inspirasi. Bagi mahasiswa, ini adalah langkah awal. Bagi dunia pendidikan, ini adalah harapan akan hadirnya pengajar-pengajar yang mampu membuat siswa jatuh cinta pada matematika.
Pendidikan Matematika UMS
Profesional – Inovatif – Islami

