Inovasi Pembelajaran, Prodi Pendidikan Matematika UMS Kupas Strategi Flip Learning di Webinar

SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan “Webinar Pendidikan Matematika 2026 – Batch 2” pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai transformasi metode pembelajaran melalui model Flip Learning sebagai solusi efektif di era digital.

​Webinar yang diikuti oleh para pendidik, dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah ini bertujuan untuk menjawab tantangan efisiensi waktu dalam pembelajaran matematika di kelas.

​Narasumber utama, Bapak Naufal Isharono, M.Pd., Ph.D

 

., yang juga menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengembangan Publikasi UMS, menyoroti permasalahan klasik dalam pembelajaran matematika. Menurutnya, waktu tatap muka selama 90 menit seringkali habis hanya untuk menjelaskan materi dasar level Lots (Low Order Thinking Skills), sehingga tidak cukup ruang untuk kegiatan yang menantang kreativitas siswa.

​“Pembelajaran seringkali terasa membosankan karena siswa datang hanya membawa ‘harga diri’ tanpa dibekali pengetahuan awal. Padahal, tugas pendidik saat ini adalah membawa siswa melompat ke level HOTS (Higher Order Thinking Skills). Model Flip Learning hadir untuk memindahkan beban penjelasan materi dasar ke kegiatan mandiri di luar kelas, sehingga saat tatap muka, siswa sudah siap berkolaborasi dan berkreasi,” ungkap Bapak Naufal.

​Dalam paparannya, Noval menjelaskan sintaks Flip Learning yang terdiri dari tiga tahapan utama: Pre-class activity melalui LMS, In-class activity yang berfokus pada Project Based Learning (PJBL) atau Problem Based Learning (PBL), serta Post-class activity untuk evaluasi mendalam.

​Tidak hanya konsep, webinar ini juga bersifat praktis dengan demonstrasi teknologi. Peserta diajak mengeksplorasi penggunaan Geogebra untuk visualisasi matematika, integrasi video pembelajaran interaktif melalui platform Lumi, hingga pemanfaatan Gemini (AI) untuk menyusun pertanyaan investigatif yang memancing nalar kritis siswa.

​Ketua Prodi Pendidikan Matematika UMS, Ibu Rita Pramujianti Fatimah, Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa prodi akan terus berkomitmen menyelenggarakan kegiatan berbagi praktik baik secara berkala sebagai bentuk pengabdian kepada dunia pendidikan.

​“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi menjadi sarana kolaborasi dan inovasi bagi para alumni serta praktisi pendidikan dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa,” ujar Ibu Rita saat memberikan sambutan.

​Para peserta merespons materi dengan sangat interaktif, terutama saat sesi tanya jawab mengenai tantangan implementasi teknologi di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Bapak  Naufal menekankan bahwa Flip Learning adalah sebuah model yang fleksibel dan dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi fasilitas masing-masing sekolah, selama esensi ‘penguatan pengetahuan sebelum kelas’ dapat terpenuhi.

​Webinar ditutup dengan harapan agar para pendidik terus bertransformasi menjadi fasilitator yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai akselerator kualitas pembelajaran matematika di Indonesia.