Menjawab tantangan era pendidikan yang bergerak sangat cepat, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah strategis dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum pada Selasa, 07 Juli 2026 di Hotel Mercure, Surakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UMS, dan stakeholder. Kepala Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS yakni ibu Rita Pramujiyanti Khotimah, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa revitalisasi kurikulum ini krusial dilakukan dengan mengintegrasikan perspektif dari seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal.

Narasumber utama, Dr. Imam Sujadi, M.Si., yang merupakan Dekan FKIP UNS sekaligus Ketua Pengembangan Kurikulum & Pembelajaran IMES, menyoroti pentingnya perubahan paradigma pendidikan. Ia menekankan bahwa kurikulum masa depan harus bergeser dari sekadar pengejaran nilai akademik menuju pembentukan kompetensi nyata. Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah urgensi literasi Artificial Intelligence (AI).

Dalam rangakaian acara terdapat sesi diskusi bersama dimana beberapa tamu undangan memberikan saran dan pertanyaan terkait perubahan kurikulum tersebut, salah satu tamu undangan yaitu Ibu Ariana Sulastri memberikan pandangan bahwa guru saat ini diwajibkan sebagai guru wali sehingga diperlukan muatan psikologis dan bimbingan akdemik diberikan kepada mahasiswa sebagai bekal menjadi guru wali. Kemudian ada alumni dan pengguna lulusan menekankan bahwa mahasiswa kini dituntut tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga harus bisa menciptakan asisten pembelajaran berbasis AI. Ke depannya, program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) akan di-rebranding menjadi ruang inovasi, bukan lagi sekadar praktik mengajar konvensional. Meski teknologi memegang peran vital, peran dosen sebagai fasilitator tetap menjadi garda terdepan untuk memastikan literasi AI yang etis dan riset yang mendalam. Fleksibilitas “Major-Minor” dan Jiwa EntrepreneurKabar gembira bagi mahasiswa, kurikulum mendatang akan menawarkan fleksibilitas yang lebih luas melalui penyesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Mahasiswa akan diberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi minat mereka melalui skema major dan minor. Tidak hanya di bidang akademik, jiwa kewirausahaan pun akan diperkuat.
Alumni angkatan 2012, Bu Indah, menegaskan bahwa materi entrepreneurship harus bersifat praktis, sehingga lulusan memiliki mentalitas bisnis yang tangguh dan siap bersaing di dunia nyata. Suara Mahasiswa untuk Inovasi Digital. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa turut memberikan kontribusi konkret. Perwakilan mahasiswa angkatan 2024, Jabbar, mengusulkan efisiensi sistem akademik (SIMPRO). Inovasi pada alur teknis dan data ini diharapkan mampu memberikan transparansi informasi yang lebih baik serta mempercepat proses penyelesaian skripsi bagi para mahasiswa. Komitmen untuk Masa Depan. Seluruh masukan berharga dari FGD ini kini tengah dirumuskan menjadi kerangka kurikulum baru. Langkah ini mempertegas komitmen Program Studi Pendidikan Matematika UMS dalam menjaga relevansi pendidikan di tengah arus digitalisasi.


